POTENSI WILAYAH

Perkebunan Kelapa Sawit Kutim Terbaik di Indonesia

botaniPerkembangan perkebunan kelapa sawit di Kutim sangat menggembirakan. Kini, semua warga mendambakan memiliki perkebunan kelapa sawit, karena dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

SEKTOR perkebunan kelapa sawit sekarang menjadi primadona bagi masyarakat Kutim, terutama para petani yang berada di pedalaman. Perkebunan kelapa sawit berkembang seiring dengan pertumbuhan koperasi yang terus menunjukkan kemajuan. Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat berasaskan kekeluargaan, tidak dapat dipandang remeh. Koperasi sebagai organisasi bisnis, dimiliki dan dioperasikan sekelompok orang demi kepentingan bersama.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim Akhmadi Baharuddin mengungkapkan, luas perkebunan kelapa sawit saat ini telah mencapai sekitar 303.000 hektare.

Selebihnya adalah pola kebun kemitraan mandiri yang dilaksanakan berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Kutai Timur. Untuk meningkatkan kemampuan petani yang terlibat pola kemitraan mandiri diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak. Berkat kerja sama itulah mampu dicapai peningkatan kesejahteraan bagi petani melalui koperasi.

“Pola kemitraan mandiri memiliki peran yang positif meningkatkan kemampuan petani rakyat. Bahkan pada tahun ketiga, dapat dihasilkan TBS (Tandan Buah Segar, Red) sawit untuk satu hektare mencapai 27 ton dalam setahun. Identifikasi hasil fisik perkebunan di Kutim sangat luar biasa. Sedangkan jumlah perusahaan perkebunan mencapai 111 unit, dan yang aktif sekitar 97 unit. Sisanya masih dalam proses sehingga tidak dihitung aktif optimal,” jelas Akhmadi.

Sedangkan jumlah pabrik kelapa sawit yang ada di Kutim yang mencapai 19 unit, adalah yang terbanyak se-Kaltim. “Dalam pertengahan tahun 2014 depan, diperkirakan bertambah 6 hingga 7 unit pabrik lagi, sehingga total keseluruhan mencapai 26 unit. Kemajuan bidang perkebunan kelapa sawit di daerah ini berkat ketertarikan investor menanamkan modalnya,” lanjut Kadisbun Kutim.

Bukti sektor perkebunan memberikan dampak positif adalah diwujudkannya kerja sama PT Sinar Mas Group melalui PT Kresna Duta Agroindo dan PT Tepian Nadenggan dengan sembilan koperasi yang berada di kecamatan Muara Wahau, Kongbeng dan Telen. Penandatanganan kerja sama itu dilakukan di Ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim, Jumat (11/10) lalu.

Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Kutai Timur bahkan dinilai oleh Sekretaris Direktur Jenderal Perkebunan Republik Indonesia Mukti Sarjono merupakan yang terbaik di negara ini. Mengingat peluang investasi perkebunan di Kutim sangat bersahabat, yakni memiliki iklim investasi kondusif.

“Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kutai Timur sungguh luar biasa. Tentu hal ini berdampak positif kepada masyarakat. Apa yang telah dicapai pemerintah kabupaten bersama-sama swasta dan masyarakat untuk menunjang perekonomian daerah Indonesia Timur, sungguh merupakan pekerjaan yang luar biasa hebat,” tegasnya.

Selanjutnya menurut Mukti Sarjono, perbedaan mendasar peluang investasi di Kutim dengan daerah kabupaten/kota di Indonesia, adalah kepercayaan semua pihak atas kemajuan pembangunan memang harus didukung modal dari investor luar.

“Perbedaan Kutim dengan kabupaten lain dalam upaya pengembangan perkebunan kelapa sawit adalah dukungan pihak pemerintah, swasta dan masyarakat yang sungguh luar biasa, sehingga berimbas pada majunya perekonomian rakyat.

Hal ini dapat dilihat dari tingkat produktivitas hasil panen perkebunan, bahkan bukan hanya di wilayah Kalimantan Timur, tapi juga jauh lebih baik dibanding dengan Kalimantan Selatan yang lebih dulu menggiatkan perkebunan kelapa sawit,” terang Mukti Sarjono. (kmf3/san/k9)

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. lalu bagaimana dengan Bontang?

    Suka

    • maaf, sepengetahuan saya bontang termasuk kota industri dan memiliki beberapa potensi terutama gas bumi sedangkan potensi lain yang dimiliki kota bontang adalah potensi kelautan terutama budidaya laut seperti rumput laut, bud kerapu dll dan wisata bahari seperti pantai marina dan berebas sedangkan untuk potensi pertanian sendiri saya belum pernah melihat ada industri pertanian sekala sedang mungkin karena terbatasnya lahan pertanian dan rata-rata penduduk bontang bekerja di swasta/wiraswasta dan nelayan.

      Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: