Tanaman Biofarmaka

April 12, 2011 pukul 12:27 pm | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Peluang Investasi dan Peningkatan Ekspor Tanaman Biofarmaka / Fitofarmaka

Di Indonesia tanaman biofarmaka sangat kaya akan berbagai macam jenis dan speciesnya. Biofarmaka merupakan tanaman herbal yang berkhasiat obat dan juga kosmetika. Indonesia untuk jenis tanaman obat terdapat kurang lebih 30.000 spesies tanaman yang telah dibukukan sebagai tanaman obat, menurut Medical Herb Index. Untuk memacu pengembangan agribisnis berbasis fitofarmaka di tingkat petani, pentingnya peningkatan kemampuan petani dalam hal budidaya tanaman obat. Dalam hal budidaya, pasca panen dan pemasaran juga perlu ditingkatkan dalam upaya memacu pengembangan industri obat tradisional dan kosmetika Indonesia.

Potensi bisnis biofarmaka memiliki prospek bisnis yang cerah untuk peluang pemasaran domestik dan luar negeri. Peluang pengembangan Biofarmaka besar, baik untuk pasar domestik maupun untuk ekspor. Tanaman biofarmaka sebagai pangan fungsional yang potensi pengembangannya cukup besar adalah: temulawak, jahe, kencur dan kunyit, terutama untuk bahan minuman dan obat-obatan.

Hal ini kiranya para pelaku agrobisnis biofarmaka untuk  lebih berupaya lagi didalam mewujudkan potensi biofarmaka menjadi salah satu penggerak pembangunan pertanian melalui mutu dan kontinuitas penyediaan bahan baku. Sebagai contoh produk jamu Indonesia seperti Jamu Nyoya Meneer, Jamu Jago, Jamu Sido Muncul dan sebagainya baik digunakan dan diekspor ke luar negeri dan tidak kalah bersaing dengan produk China dan India. Dalam kesempatan ini peluang prospek bisnis tanaman berbasis biofarmaka masih memiliki peluang yang cerah untuk memenuhi potensi pasar. Sebagai dasar bahan konsumsi obat-obatan untuk pasokan pabrik obat/medicinal factory tentunya memerlukan jumlah untuk bahan baku yang cukup sesuai dengan mutu dan standardisasinya. Untuk itu diperlukan penanganan yang serius bagi petani ataupun pelaku usaha yang bergerak di bidang agrobisnis biofarmaka. Kesempatan ini tentunya yang mendasari untuk menjadi peluang pelaku usaha biofarmaka/fitofarmaka didalam menentukan pasar produk tersebut. Tentunya dapat dilakukan kemitraan dengan petani atau pelaku usaha biofarmaka dengan kesepakatan yang jelas mengenai pasar, sehingga para petani dapat mengetahui pangsa pasar yang jelas dan keadaaan situasi pasar. Dengan demikian prospek dan peluang pasar domestik dan Internasional semakin terbuka lebar apabila keiinginan yang ingin dicapai dari tanaman biofarmaka ini lebih diperhatikan sesuai dengan kebijakan dan strategi pasar yang mau berupaya didalam pengembangannya.

Produksi Tanaman Obat / Biofarmaka Indonesia (000) Ton

Year

Ginger

Galingale

Geater Galingale

Tumeric

Zingiber Aromaticum

Curcuma Aeruginosa

2001

128,436,556

26,153,883

11,112,058

27,195,183

4,794,449

1,662,517

2002

118,496,381

27,933,936

12,848,182

23,993,017

4,530,850

3,040,390

2003

125,386,480

24,588,226

19,527,111

30,707,451

4,684,297

4,490,430

2004

104,788,634

24,298,854

22,609,057

40,467,232

6,025,358

6,174,186

2005

125,827,413

36,292,530

35,478,405

82,107,401

8,896,585

7,724,957

Sources: berbagai sumber sebagai wacana.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: