Hama dan Penyakit (PHT)

April 12, 2011 pukul 12:26 pm | Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar

Mengatasi Hama dengan Kumbang dan Laba-laba

Pada Edisi sebelumnya (Kobar Warga, Selasa, 23 Maret 2010), digambarkan bagaimana cara mengatasi serangan hama dengan ramuan-ramuan tanaman dengan campuran bahan-bahan organik. Pada edisi kali ini, akan disajikan manfaat serangga, kumbang dan laba-laba sebagai musuh alami untuk pemberantasan hama tanaman.Musuh Alami Hama
Musuh alami merupakan salah satu komponen pengendalian hama terpadu yang dapat dimanfaatkan pada segala pola tanam. Pengendalian hama dengan memanfaatkan musuh alami memberikan banyak keuntungan di samping aman terhadap lingkungan, berkembang secara alami di lapang, apabila keberadaannya dapat diusahakan sejak awal akan efektif menekan perkembangan populasi hama.
Dalam sejarah pengendalian hama perhatian terhadap musuh alami sangat berkurang semenjak secara sepihak penggunaan pestisida dianggap satu-satunya metode pengendalian yang dapat diandalkan. Namun pengendalian dengan pestisida menimbulkan banyak efek samping baik masalah resistensi, resurjensi, dan terhadap organisme bukan sasaran. Kesadaran terhadap pentingnya pemanfaatan musuh alami dalam pengendalian hama sangat penting. (pangan.litbang.deptan.go.id)Musuh alami hama wereng hijau bisa berupa predator, parasit maupun patogen. Secara harfiah, predator dapat dikatakan sebagai pemangsa. Namun, dalam hubungannya dengan jaring-jaring makanan, predator merupakan konsumen tingkat-2 sampai tingkat selanjutnya yang memangsa tingkat yang lebih kecil. Jadi, predator dapat dikatakan sebagai binatang atau organisme yang memakan binatang/organisme lainnya untuk mempertahankan hidupnya dan dilakukan secara berulang-ulang.Keberadaan predator dalam suatu ekosistem mutlak dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan yang ada. Predator merupakan serangga yang memangsa serangga lain dengan cara menangkap, menghisap cairan atau memangsa habis seluruh tubuh. Untuk melengkapi daur hidupnya untuk tujuan kelangsungan hidup, seekor predator memerlukan beberapa bahkan banyak mangsa. Hal ini berbeda dengan parasit. Parasit memerlukan satu ekor inang saja sebagai tempat untuk melengkapi daur hidupnya. (www.tanindo.com).Pentingnya Predator
Keberadaan dan pentingnya predator dalam ekosistemnya dapat kita lihat kasus sebagai berikut : saat kita memulai menanam padi, maka saat itu juga kita memulai menciptakan sebuah komunitas baru pada areal penanaman padi. Pada saat bersamaan kita tidak hanya menanam padi melainkan juga hama penghisap bulir, penggerek batang, penyakit malai, penyakit busuk malai, predator Lycosa pesudoannulata, Pederus fuscifes, Ophionea nigrofasciata dan kumbang coccinella yang semuanya terkait dengan tanaman padi yang kita tanam. Begitu pula halnya dengan tanaman perkebunan yang dibudidayakan.Penggunaan pestisida yang berlebihan, berspektrum luas dan tidak selektif disertai tehnik budidaya yang kurang baik akan berdampak pada ketidakseimbangan ekosistem, karena tidak hanya hama saja melainkan semua pemangsanya pun turut musnah. Dan bila terjadi ledakan populasi hama yang baru, jumlah predator yang ada tidak mencukupi sehingga pengendalian biologis tidak akan efektif.Melihat pentingnya peran predator dan parasit dalam menjaga dan mengendalikan populasi hama, maka upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi penggunaan insektisida yang berspektrum luas, aplikasi insektisida dengan melakukan pengamatan perbandingan jumlah hama dan musuh alami, bahkan bila perlu dalam suatu areal penanaman dilakukan manipulasi lingkungan agar mendukung peran dan jumlah musuh alaminya.Musuh Alami Hama:
Laba-laba Serigala (Lycosa pseudoanulata)
Laba-laba Bermata Jalang (Oxyopes javanus)
Laba-laba Berahang Empat (Tetragnatha spp.)
Kepik Permukaan Air (Microvellia douglasi atrolineata)
Kepik Mirid (Cyrtorhinus lividipennis)
Kumbang Stacfilinea (Paederus fuscipes)
Kumbang Karabid (Ophionea nigrofasciata)
Kinjeng Dom (Agriocnemis spp.)
Belalang Bertanduk Panjang (Conocephalus longipennis)
Kumbang Koksinelid (Synharmonia octomaculata)Disajikan oleh:
Lembaga Kajian & Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU dan Lembaga Pengembangan Pertanian NU Jombang.

ursday, 21 June 2007

Pengendalian Gulma Menggunakan Kertas

Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi. Keberadaan gulma menurunkan hasil karena mengganggu pertumbuhan tanaman produksi melalui kompetisi. Terdapat beberapa jenis tumbuhan dikenal sebagai gulma utama, seperti rumput-rumputan, teki dan alang-alang. Ilmu yang mempelajari gulma, perilakunya, dan pengendaliannya dikenal sebagai ilmu gulma.Herbisida adalah senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas tumbuhan yang menyebabkan penurunan hasil (gulma). Lahan pertanian biasanya ditanami sejenis tanaman pertanian. Namun demikian tumbuhan lain juga dapat tumbuh di lahan tersebut. Karena kompetisi dalam mendapatkan hara di tanah, perolehan cahaya matahari, dan atau keluarnya substansi alelopatik, tumbuhan lain ini tidak diinginkan keberadaannya. Herbisida digunakan sebagai salah satu sarana pengendalian tumbuhan “asing” iniTehnik baru untuk pengendalian atau mencegah pertumbuhan gulma pada lahan yang ditanami padi di sawah dengan cara menutupi tanah tempat bercocok tanam menggunakan kertas. Dengan penutupan tanah dengan kertas pada sawah tersebut dapat mencegah tumbuhnya gulma karena tidak terdapat sinar matahari yang masuk.Cara penutupan kertas dan penanaman padi dilakukan dengan menggunakan mesin yang terintegrasi. Proses penutupan kertas diatas tanah dan penanaman padi dilakukan secara bersamaan. Kertas digulung dalam mesin dan dihamparkan terlebih dahulu, sementara pada mesin yang sama sudah disiapkan bibit padi yang siap ditancamkan pada saat begitu kertas dihamparkan.Dengan cara demikian gulma tidak tumbuh sehingga dapat menghindari penggunaan herbisida, tidak menggunakan tenaga kerja untuk menyiangi dan dapat menghemat ongkos produksi dan dapat mendukung pertanian organik.


Gambar kertas yang tergulung sebelum dipasang pada mesin.


Kertas dalam mesin tanam dipasang di tempat penggulungan kertas di sebelah depan (kanan). Sedangkan tempat bibit yang siap ditanam terlihat berderet di sebelah belakang (kiri).


Hamparan tanaman padi milik seorang petani di Fukui Jepang, tidak terdapat gulma sedikitpun diatas tanahnya yang tertutup dengan kertas.

ARTIKEL

Modul Pengendalian Hama Terpadu (PHT)

Juknis HPT Jagung

Hama Dan Penyakit Kubis

Hama Penyakit Pepaya

HPT Tanaman Padi

Jenis-Jenis Hama Pada Tanaman

Jenis Hama Tanaman

Penyakit Pada Tanaman

Fitopatologi Penyakit Tanaman

Foto Serangga Pada Tanaman

Identifikasi Serangga Pada Tanaman

Insektisida atau Pestisida Alami

Pestisida Hayati

Musuh alami dan hama pada jambu mete

(Beneficial insects and pests of cashew)

Download PDF 1249 kb

Musuh alami dan hama pada kapas

(Beneficial insects and pests of cotton)

Download PDF 2292 kb

Musuh alami dan hama pada kakao

(Beneficial insects and pests of cacao)

Download PDF 1428 kb

Musuh alami dan hama pada kopi

(Beneficial insects and pests of coffee)

Download PDF 1045 kb

Musuh alami dan hama pada lada

(Beneficial insects and pests of black pepper)

Download PDF 1106 kb

Musuh alami dan hama pada teh

(Beneficial insects and pests of tea)

Download PDF 1239 kb

About these ads

1 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. Hmmmmmmmmm

    Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat website atau blog gratis di WordPress,com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.015 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: